Kamis, 17 November 2011

Rincian Biaya Listrik


  • Mesin waktu kerjanya menggiling dayanya 200 watt sedangkam waktu memasak daya yang dipakai 400 watt
  • Waktu menggiling/memasak kerjanya bergantian jadi pemakaian listrik maksimal 400 watt
  • 1 kwh listrik = Rp. 500 (untuk lingkungan usaha / kantor)
  • 1 kwh = 1 kilo watt hour artinya 1000 watt listrik yang bekerja selama 1 jam (Rp. 500)
  • Mesin ini watt maksimal 400 (waktu masak)
  • Jadi kalau mesinnya dijalankan selama 1 jam berapa biaya listriknya?
Biaya listrik mesin = (400 : 1000) x Rp. 500 = Rp. 200 / jam.
Dalam 1 jam kalau pakai air mentah / dingin, 1 kali proses 15 menitan, jadi 1 jam bisa 4 kali. Setiap kali proses biayanya = Rp. 200 : 4 = Rp. 50,-. Kalau kerjanya di rumah biaya listrik lebih murah (+- Rp. 350 /kwh), apalagi kalau prosesnya pakai air panas kerjanya hanya 8 menit.

bahan makanan susu kedelai

Pemasaran usaha susu kedelai cair (fresh) yang banyak dijumpai adalah dengan menitipkan susu kedelai yang telah dibungkus plastik ke warung-warung penjual makanan, penjual kue, kantin sekolah, penjual sayur dsb. Dan salah satu kendala yang sering dihadapi usahawan susu kedelai adalah susu kedelai cepat rusak karena tempat yang dititipi susu kedelai tidak menyediakan lemari pendingin. Susu kedelai yang rusak ditandai berubahnya bau,warna,rasa atau cairan mengental kemudian pisahnya air dengan endapan sari kedelai.

Beberapa cara dilakukan para penjual susu kedelai agar dagangannya awet dan jurus terakhir yang dipakai adalah pemberian bahan kimia pengawet makanan. Cara ini meskipun masih ditolerir sebatas bahan pengawet makanan tersebut direkomendasikan BPOM. Meskipun demikian, hal tersebut menjadikan dilema bagi dua pihak penikmat susu kedelai disatu sisi konsumen dan pihak lain produsennya. Konsumen menginginkan produk susu kedelai yang dikonsumsi fresh dan terhindar dari tambahan bahan kimia apapun baik itu pewarna ataupun pengawet bahan makanan, karena prinsip orang mengkonsumsi susu kedelai adalah untuk menjaga kesehatan tubuh dan bukan sekedar penebus rasa haus saja. Disisi lain, pihak produsen susu kedelai tidak mau mengalami banyak kerugian apabila produk susu kedelai cairnya yang telah dititipkan cepat rusak dalam beberapa jam saja.

Meskipun banyak yang tidak merekomendasikan pemberian bahan pengawet makanan/minuman utamanya susu kedelai cair, ada baiknya juga kita pelajari apa dan bagaimana bahan kimia pengawet ini sebenarnya. Saya telah posting juga di blog ini cara memperpanjang keawetan susu kedelai tanpa bahan pengawet silahkan baca-baca lagi.

MENGENAL BAHAN KIMIA PENGAWET MAKANAN DAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN.

Bagaimana mencegah pangan agar tidak rusak..?
1. Gunakan bahan baku yang baik.
2. Bersihkan semua alat sebelum digunakan.
3. Cuci tangan sebelum dan sesudah bekerja.
4. Masaklah pangan secara seksama dan sempurna untuk membunuh mikroorganisme yang ada di dalamnya.
5. Simpanlah pangan di tempat yang sesuai.
Selain dengan cara seperti di atas, untuk menghindari/mencegah serta menghambat pertumbuhan bakteri dalam pangan agar lebih tahan lama dilakukan proses pengawetan pada pangan
Salah satu dari beberapa teknik pengawetan pangan adalah memberikan bahan tambahan pangan (BTP) untuk pengawetan, hal ini dilakukan dengan menambahkan suatu bahan kimia tertentu dengan jumlah tertentu yang diketahui memiliki efek mengawetkan dan aman untuk dikonsumsi manusia. Jenis dan jumlah pengawet yang diijinkan untuk digunakan telah dikaji keamanannya.
BTP digunakan dalam pangan setidaknya mempunyai lima alasan utama, yaitu:
Untuk mempertahankan konsistensi produk.
Emulsifier memberikan tekstur produk berbentuk emulsi atau suspensi yang konsisten dan mencegah pemisahan fasa air dengan fasa lemak suatu emulsi atau pemisahan fasa cair dan fasa padat suatu suspensi. Penstabil dan pengental menghasilkan tekstur yang lembut dan homogen pada pangan tertentu.

Untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi.
Vitamin dan mineral yang ditambahkan ke dalam pangan seperti susu, tepung, serelia lain dan margarin untuk memperbaiki kekurangan zat tersebut dalam diet seseorang atau mengganti kehilangannya selama proses pengolahan pangan. Fortifikasi dan pengayaan pangan semacam ini telah membantu mengurangi malnutrisi dalam populasi masyarakat Amerika. Semua pangan yang mengandung nutrien yang ditambahkan harus diberi label yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara internasional atau sesuai ketentuan masing-masing negara.

Untuk mempertahankan kelezatan dan kesehatan (wholesomeness) pangan.
Pengawet menahan kerusakan pangan yang disebabkan oleh kapang, bakteria, fungi atau khamir. Kontaminasi bakteria dapat menyebabkan penyakit yang dibawa makanan (food born illness) termasuk botulism yang membahayakan kehidupan.
Antioksidan adalah pengawet yang mencegah terjadinya bau yang tidak sedap.
Antioksidan juga mencegah potongan buah segar seperti apel menjadi coklat bila terkena udara.
Mengembangkan atau mengatur keasaman/kebasaan pangan.
Bahan pengembang yang melepaskan asam bila dipanaskan bereaksi dengan baking soda membantu mengembangkan kue, biskuit dan roti selama proses pemanggangan. Pengatur keasaman/kebasaan membantu memodifiksi keasaman/kebasaan pangan agar diperoleh bau, rasa dan warna yang sesuai.
Untuk menguatkan rasa atau mendapatkan warna yang diinginkan.
Berbagai jenis bumbu dan penguat rasa sintetik atau alami memperkuat rasa pangan. Sebaliknya warna memperindah tampilan pangan tertentu untuk memenuhi ekspektasi konsumen.
Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan pengawet
Pengawetan pangan disamping berarti penyimpanan juga memiliki 2 (dua) maksud yaitu :
1. menghambat pembusukan dan
2. menjamin mutu awal pangan agar tetap terjaga selama mungkin.
Penggunaan pengawet dalam produk pangan dalam prakteknya berperan sebagai antimikroba atau antioksidan atau keduanya. Jamur, bakteri dan enzim selain penyebab pembusukan pangan juga dapat menyebabkan orang menjadi sakit, untuk itu perlu dihambat pertumbuhan maupun aktivitasnya.
Jadi, selain tujuan di atas, juga untuk memelihara kesegaran dan mencegah kerusakan makanan atau bahan makanan. Beberapa pengawet yang termasuk antioksidan berfungsi mencegah makanan menjadi tengik yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dalam makanan tersebut.
Peran sebagai antioksidan akan mencegah produk pangan dari ketengikan, pencoklatan, dan perkembangan noda hitam. Antioksidan menekan reaksi yang terjadi saat pangan menyatu dengan oksigen, adanya sinar, panas, dan beberapa logam.
Siapa yang boleh menggunakan bahan tambahan pangan pengawet?
Bahan tambahan Pangan Pengawet boleh digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi pangan yang mudah rusak. Pencantuman label pada produk pangan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.
Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan.
Label pangan sekurang-kurangnya memuat :
- Nama produk
- Berat bersih atau isi bersih.
- Nama dan alamat pabrik yang memproduksi atau memasukkan pangan ke wilayah Indonesia.
Penambahan bahan pengawet pada produk pangan menjadi bahan perhatian utama mengingat perkembangan iptek pangan menyangkut hal tersebut yang begitu cepat serta sering menimbulkan teka-teki bagi konsumen menyangkut keamanannya.
Garam atau NaCl
Telah berabad lampau digunakan hingga saat ini sebagai bahan pengawet terutama untuk daging dan ikan. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan dan mengikat air bebasnya, sehingga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. Produk pangan hasil pengawetan dengan garam dapat memiliki daya simpan beberapa minggu hingga bulan dibandingkan produk segarnya yang hanya tahan disimpan selama beberapa jam atau hari pada kondisi lingkungan luar. Ikan pindang, ikan asin, telur asin dan sebagainya merupakan contoh produk pangan yang diawetkan dengan garam.
Gula atau sukrosa
Gula atau sukrosa merupakan karbohidrat berasa manis yang sering pula digunakan sebagai bahan pengawet khususnya komoditas yang telah mengalami perlakuan panas. Perendaman dalam larutan gula secara bertahap pada konsentrasi yang semakin tinggi merupakan salah satu cara pengawetan pangan dengan gula. Gula seperti halnya garam juga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. Dendeng, manisan basah dan atau buah kering merupakan contoh produk awet yang banyak dijual di pasaran bebas.
Cuka buah atau vinegar
Merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengawetkan daging, asyuran maupun buah-buahan. Acar timun, acar bawang putih, acar kubis (kimchee) merupakan produk pangan yang diawetkan dengan penambahan asam atau cuka buah atau vinegar.
Data pengaturan bahan pengawet dari Codex Alimetarius Commission (CAC), USA (CFR), Australia dan New Zealand (FSANZ) tercatat 58 jenis bahan pengawet yang dapat digunakan dalam produk pangan. Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 722 tahun 1988 telah mengatur sebanyak 26 jenis bahan pengawet.
Sehubungan denga teka-teki yang muncul menyangkut keamanan penggunaan bahan pengawet dalam produk pangan, maka Tabel berikut disajikan kajian keamanan beberapa pengawet yang banyak digunakan oleh industri pangan.

Tabel. Pengaruh beberapa bahan pengawet terhadap kesehatan
Bahan Pengawet
Produk Pangan
Pengaruh terhadap Kesehatan
Ca-benzoat
Sari buah, minuman ringan, minuman anggur manis,
ikan asin
Dapat menyebabkan reaksi merugikan pada asmatis dan yang peka terhadap aspirin
Sulfur dioksida
(SO2)
Sari buah, cider, buah kering, kacang kering, sirup, acar
Dapat menyebabkan pelukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan
alergi
K-nitrit
Daging kornet, daging kering, daging asin, pikel daging
Nitrit dapat mempengaruhi kemampuan sel darah untuk membawa oksigen, menyebabkan kesulitan bernafas dan sakit kepala, anemia, radang ginjal,
muntah
Ca- / Na-propionat
Produk roti dan tepung
Migrain, kelelahan, kesulitan tidur
Na-metasulfat
Produk roti dan tepung
Alergi kulit
Asam sorbat
Produk jeruk, keju, pikel dan salad
Pelukaan kulit
Natamysin
Produk daging dan keju
Dapat menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan pelukaan kulit
K-asetat
Makanan asam
Merusak fungsi ginjal
BHA
Daging babi segar dan sosisnya, minyak sayur, shortening, kripik kentang, pizza beku, instant teas
Menyebabkan penyakit hati dan kanker.
Mencermati kemungkinan gangguan kesehatan seperti yang tercantum dalam Tabel, maka FDA mensyaratkan kepada produsen pangan untuk membuktikan bahwa pengawet yang digunakan aman bagi konsumen dengan mempertimbangkan :
- Kemungkinan jumlah paparan bahan pengawet pada konsumen sebagai akibat mengkonsumsi produk pangan yang bersangkutan.
- Pengaruh komulatif bahan pengawet dalam diet.
- Potensi toksisitas (termasuk penyebab kanker) bahan pengawet ketika tertelan oleh manusia atau binatang.
Namun demikian perlu diperhatikan hal-hal penting dalam menggunakan bahan tambahan pangan pengawet adalah :
- Pilih pengawet yang benar/yang diijinkan untuk dalam pangan serta telah terdaftar di Badan POM RI.
- Bacalah takaran penggunaannya pada penandaan/label.
- Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada label.
- Membaca dengan cermat label produk pangan yang dipilih/dibeli serta mengkonsumsinya secara cerdas produk pangan yang menggunakan bahan pengawet.

Jumat, 11 November 2011

Market Pemasaran Susu Kedelai


  • Kelas Atas
Rumah Makan, Rumah Sakit, Fitness Centre/senam, kampus, kantor, supermarket, mall, perumahan elit dan lain lain.
Untuk pemasaran kelas atas kemasan sebaiknya pakai botol aqua (plastik) ukuran 330 ml, 500 ml, 600 ml, 1500 ml dan harus pakai air gallon (orang berduit harga tidak jadi masalah asal terjamin rasa, kebersihan dan kesehatan).

  • Kelas Bawah
Sekolah TK s/d SMA, pabrik, depot, warung, pasar, kaki lima, kampong dan lain-lain.
Untuk kelas bawah kemasannya pakai kantong plastik diikat karet dan airnya cukup dari PDAM.
Untuk pemasaran yang cepat dan sukses, selain pakai brosur yang lebih penting adalah memberi tester secara gratis (makin sering promosi makin banyak orang tahu sehingga nantinya semakin banyak orang tertarik untuk membeli).

Kalkulasi Biaya Produksi Susu kedelai

Perhitungan Biaya produksi dan Laba Penjualan
Harga susu kedelai Rp. 1000,- / 250 ml atau Rp. 6000,- / 1.5 liter.

Daftar harga produksi:

Harga kedelai mentah : 1 ons = Rp. 750 ( Rp. 7000 / kg)
Harga gula pasir : 100 gram = Rp. 950 (Rp. 9500 / kg)
Harga esense red bell : 5 ml = Rp. 200 ( Rp 2200 / 55 ml)
Harga air isi ulang : 1,5 liter = Rp. 250 ( Rp 3000 / 19 liter )
Biaya listrik 400 watt : Rp. 540 x 400 watt x 15 / 60 menit
--------------------------------------- = Rp. 54
1.000


Jadi biaya Produksi 1,5 liter = 700+950+200+250+54 = 2.154

Keuntungan 1,5 liter susu kedelai adalah : Harga Jual – Harga Produksi
= Rp. 6.000 – 2.154
= Rp. 3.846

Jika 1 hari produksi 10 x 1,5 liter ( 1 kg kedelai) maka keuntungan yang didapat :
  • 10 x Rp. 4.146 = Rp. 38.460 / hari
  • Atau Rp. 1.153.800,-/bln



    Jadi, jika penjualan untuk 250 ml: 1,5liter=1500ml:250=6
    Harga produksi 1500ml=Rp 2.154/ 2.154:6=Rp 359

    Keuntungan 250ml susu kedelai adalah : Harga Jual-Harga Produksi
    =Rp. 1000-359
    =Rp. 641

    Jika 1 hari produksi 10 x 250 ml  maka keuntungan yang didapat :
    • 10 x Rp. 641 = Rp. 6410
    • 100 x Rp.641=Rp. 64.100





  • Kacang kedelai dengan harga Rp. 7.000 / kg
  • Gula dengan harga Rp. 6.000 / kg
  • Listrik Rp. 500 / kwh (untuk usaha)
  • Pakai air PDAM (penjualan ke kalangan bawah)

  • Bahan 1 kali proses
- 1 ons kacang kedelai Rp. 700
- 75 gram gula Rp. 450
- pemakain listrik mesin Rp. 50 (mesin maksimal 400 watt)
Jadi total biaya sekali proses = Rp. 1.200 mendapatkan 1,5 liter sari kedelai
- Didapat modal per liter Rp. 1.200 : 1,5 liter = Rp. 800


alternatif pengawet susu kedelai



Teknologi Ozon Alternatif Pengawetan Makanan yang Aman

Teknologi ozon sebagai pengawet makanan yang aman akan segera diperkenalkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ke masyarakat. Teknologi ini merupakan alternatif untuk menggantikan penggunaan pengawet makanan berbahaya yang selama ini masih banyak digunakan.

"Teknologi ini dapat menggantikan pemakaian formalin yang membahayakan kesehatan namun sampai sekarang masih banyak dipakai masyarakat untuk mengawetkan makanan," kata Peneliti LIPI dari Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, dan Metrologi Dr. Anto Tri Sugiharto, dalam siaran pers LIPI, Kamis (15/3).

Dalam aplikasinya, lanjut Dr. Anto, ozon merupakan zat aktif yang jika bereaksi dapat membunuh bakteri. Teknologi ozon yang dikembangkannya menggunakan metode pengolahan sterilisasi dengan menggunakan air berozon. Teknologi ozon mulai dikembangkan Dr. Anto pada 2005 dan telah diujicobakan untuk mengawetkan tomat pascapanen di Balai Penelitian Sayuran Departemen Pertanian di Lembang, Bandung pada 2006.

"Deptan punya masalah dengan sayuran pascapanen yang masih banyak mengandung peptisida dan cepat busuk karena mengandung bakteri," katanya. Dengan menggunakan teknologi ini, tomat dicuci dan disemprot sehingga bakterinya terbunuh dan pestisidanya luruh. Hasil tomatnya bersih dan bisa awet sampai kira-kira tiga minggu.

Menurut dia, teknologi ozon tidak menimbulkan efek negatif seperti formalin karena langsung dapat berubah menjadi oksigen. Dengan demikian, tidak ada zat yang tertinggal di makanan sehingga tidak memiliki efek samping dan aman.

Tabel perbandingan komposisi susu sapi dengan susu cair kedelai

TABEL KOMPOSISI SUSU KEDELAI CAIR DAN SUSU SAPI
TIAP 100 G
KOMPONEN SUSU KEDELAI SUSU SAPI
Kalori (Kkal) 41,00 61,00
Protein (g) 3,50 3,20
Lemak (g) 2,50 3,50
Karbohidrat (g) 5,00 4,30
Kalsium (mg) 50,00 143,00
Fosfor (g) 45,00 60,00
Besi (g) 0,70 1,70
Vitamin A (SI) 200,00 130,00
Vitamin B1 (tiamin)(mg) 0,08 0,03
Vitamin C (mg) 2,00 1,00
Air (g) 87,00 88,33
Sumber: Direktorat Gizi, Depkes RI
-GANGGUAN SISTEM SARAF
* Ayan (Epilepsi)

- GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN
* Batuk (Tusis)
* Peluruh Dahak (Expectorant)
* TBC Paru

- GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN
* Diare
* Tukak Lambung
* Radang Lambung (Gastritis)

- GANGGUAN SISTEM OTOT, TULANG DAN SENDI
* Rematik
* Keropos Tulang (Osteoporosis)

- GANGGUAN KULIT
* Jerawat (Acne)
* Peremajaan Kulit

- GANGGUAN HATI DAN GINJAL
* Hepatitis
* Radang Ginjal

- GANGGUAN JANTUNG, DARAH, DAN PEMBULUH DARAH
* Jantung Koroner
* Stroke
* Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
* Kurang Darah (Anemia)
* Pengerasan Pembuluh Darah (Arteriosclerosis)

- GANGGUAN KANGKER
* Antikanker

- GANGGUAN HORMON
* Kencing Manis (Diabetes Mellitus)

- GANGGUAN KELENJAR
* Gondongan (Parotis)

-GANGGUAN KOLESTEROL DAN METABOLISME
* Kolesterol Tinggi
* Obesitas

- GANGGUAN LAIN-LAIN
* Meningkatkan Stamina
* Memperlancar ASI