Selasa, 27 Maret 2012




 Asumsi Dasar Teori Sistem Dunia
 (Kasus: Dampak Positif Eksistensi Perusahaan Multinasional Dunkin Donut’s Terhadap Industri Lokal di Indonesia)

Oleh: Risalatu Mirajiah
2011851011
“Sebuah sistem “dunia” tidaklah harus berarti bahwa dia menguasai seluruh dunia; sistem ini dirumuskan sebagai sebuah “unit dengan satu pembagian kerja dengan macam-macam sistem budaya”. Sebuah sistem dunia dengan demikian merupakan sebuah sistem dunia tanpa satu kekuasaan pusat.” (Brewer)
A.    Pendahuluan
Teori Sistem Dunia menurut Wallerstein, bahwa sistem dunia saat ini adalah kapitalisme global. Artinya dia menjelaskan bahwa negara dapat dibagi menjadi tiga kelompok negara yaitu negara pusat, setengah pinggiran dan pinggiran. Perbedaannya adalah kekuatan ekonomi dan politik dari masing-masing kelompok. Jelas yang paling kuat adalah negara-negara pusat. Kelompok negara-negara kuat, yakni negara-negara pusat, mengambil keuntungan lebih banyak ,karena kelompok ini bisa memanipulasikan sistem dunia sampai batas-batas tertentu. Selanjutnya, negara setengah pinggiran mengambil keuntungan dari negara-negara pinggiran yang merupakan pihak yang paling dieksplotir. Dinamika dari ketiga kelompok negara ini ditentukan oleh sistem dunia. Baginya, “semua sistem sosial harus dilihat sebagai sebuah keseluruhan. Negara kebangsaan, dalam sebuah dunia yang modern, bukan lagi sebuah sistem yang tertutup,dan karena itu tidak bisa dianalisis seakan-akan berdiri sendiri.[1]
Disamping itu, teori ini dapat dipakai untuk menjelaskan naiknya negara-negara industri baru dari posisinya sebagai negara pinggiran menjadi negara setengah pinggiran. Naiknya upah kerja di negara-negara pusat membuat negara-negara ini memberikan kesempatan pada beberapa negara yang sudah siap (dalam arti kesiapan teknologi, disiplin kerja,dll) untuk mengambil alih produksi barang-barang industri yang lebih sederhana. Dari  beberapa strategi tentang terjadinya proses kenaikan kelas yang digunakan oleh Wallerstein, penulis akan lebih mendalami membahas salah satu strategi yaitu terkait dengan kenaikan kelas yang terjadi melalui undangan. Hal ini terjadi karena perusahaan-perusahaan seperti perusahaan multinasional membutuhkan mitra usaha di negara-negara berkembang,karena macam-macam alasan. Akibat dari perkembangan ini, muncullah industri-industri di negara-negara pinggriran, yang diundang untuk melaksanakan kerjasama. Negara pusat menurut teori ini, dapat menghasilkan sebuah kemandirian bagi negara yang menjalankan mitra usaha. Sehingga negara ini akan memiliki peluang untuk dapat melepaskan diri dari negara-negara pusat yang pada awalnya telah memberikan sebuah stimulus melalui kerjasama menjadi sebuah kesuksesan di dalam negeri karena mengubah dampak negatif dari keberadaan perusahaan asing tersebut menjadi dampak positif yang akhirnya menciptakan sebuah kesejahteraan didalam negeri.
B.     Asumsi
Berdasarkan kerangka teori yang telah dipaparkan diatas, maka penulis menarik jawaban sementara terhadap teori tersebut. Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, maka asumsi yang dapat ditarik oleh penulis adalah:
1.      Teori sistem dunia telah mampu memberikan penjelasan keberhasilan pembangunan ekonomi pada negara pinggiran dan semi pinggiran melalui sebuah strategi yang diungkapkan oleh Wallerstein.
2.      Kapitalisme global ternyata tidak hanya merubah cara-cara produksi atau sistem ekonomi saja, namun juga memasuki segala aspek dalam kehidupan masyarakat, dari hubungan antar negara, bahkan sampai ke tingkat antar individu.
3.      Hubungan ketiga negara yang telah dijelaskan Wallerstein, ternyata memberikan hubungan harmonis bagi negara yang dijadikan sebagai tujuan dalam menopang kehidupan yang mapan secara perekonomian.
4.      Teori ini pada umumnya menjelaskan bahwa tidak ada negara yang mampu melepaskan diri dari ekonomi kapitalis yang mendunia. Kapitalisme yang pada awalnya hanyalah perubahan cara produksi dari produksi untuk dipakai ke produksi untuk dijual, telah  merambah jauh menjadi dibolehkannya pengembahan secara individualisme.
C.    Studi Kasus: Eksistensi Perusahaan Multinasional Dunkin Donut’s Terhadap Perkembangan Industri Lokal di Indonesia.
Eksistensi Perusahaan Multinasional semakin berkembang pesat di berbagai negara yang bergerak di segala bidang. Salah satunya adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang kafe yang menyediakan makanan lezat yaitu Dunkin Donut’s atau yang lebih dikenal dengan sebutan ’DD’. Sejak tahun 1970 Dunkin Donut’s menjadi merek internasional dengan reputasi yang sangat luar biasa dalam kualitas dan pelayanan. Dunkin Donut’s mempunyai lebih dari 5000 tempat penjualan di Amerika dan 41 negara di seluruh indonesia, salah satunya adalah di Indonesia. Dunkin Donut’s itu sendiri pertama kali berdiri di Indonesia pada tahun 1985, yang berlokasi di jalan Hayam Wuruk No.9 Jakarta Pusat. Perusahaan yang membeli franchise Dunkin Donut’s tersebut adalah PT. DUNKINDO LESTARI. Perusahaan ini merupakan badan usaha swata nasional yang bergerak dibidang jasa pada jenis usaha makanan cepat saji. [2]
Kehadiran perusahaan multinasional (MNC) ini sebenarnya tidak hanya membawa dampak negatif bagi negara dalam negeri sebagai penerima, tetapi juga memiliki dampak positif. Disamping itu, kehadiran MNC ini dapat pula memberi stimulus bagi berkembangnya usaha-usaha lokal sejenis yang ada bagi negara penerima. Salah satunya adalah munculnya kehadiran usaha-usaha donut lokal seperti J.CO, I-Crave, Java Donut dll. Dalam makalah  ini, penulis berusaha untuk mengantarkan masyarakat bahwa kehadiran negara-negara maju yang mengemas segala bentuk usahanya di bidang perdagangan internasional tidak hanya menjadikan negara penerima menjadi lebih kerdil dan tidak berkembang. Namun dapat menciptakan sebuah dinamika sistem perekonomian menjadi lebih maju. Penulis berusaha untuk mengembangkan teori yang telah disampaikan diatas, dengan mengaplikasikannya di sebuah negara salah satunya Indonesia yang memanfaatkan kehadiran perusahaan multinasional sebagai sesuatu yang berdampak positif bagi industri dalam negeri.
 Kehadiran Donkin Donut’s ini dapat mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih konsumtif. Masyarakat cenderung menganggap positif atas upaya perusahaan ini dalam memperluas jaringan pasarnya. Mereka justru mejadi lebih senang dengan kehadiran perusahaan ini. Karena hal tersebut berkaitan erat dengan strata kehidupan sosial, ataupun berkaitan dengan gaya hidup manusia yang mengarah lebih modern.
Selain dampak gaya hidup, dampak positif yang paling utama adalah mengurangi angka pengangguran dan memberdayakan produktivitas sumber daya manusia. Bagi mereka, hal ini menjadi sebuah kesempatan dalam meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang manajemen dan pemasaran ditambah lagi dengan perluasan jaringan kerja. Sedangkan secara ekonomi, kehadiran dan keberadaan Dunkin Donut’s ini tidak mengancam eksistensi industri dalam negeri. Terbukti sampai saat ini masih banyak para penjual donut-donut lokal yang mulai menjual makanannya di berbagai tempat. Seperti di pasar, sekolah, kantor, warung serta pedagang-pedagang keliling. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran perusahaan ini membuat eksistensi usaha donut lokal yang ada tetap terjaga.
Selain itu, dampak dari kehadiran perusahaan ini yang paling menarik dianalisis adalah menstimulus persaingan produk lokal didalam negeri, dimana produk internasional  ini tidak mematikan pasar dalam negeri, malah sebaliknya produk internasional ini mampu menandingi kualitas ataupun pemasaran perusahaan asing. Seperti halnya banyak para pemilik donut lokal yang bermunculan di Indonesia ,dimana mereka berkreasi menciptakan sebuah inovasi baru bagi produk yang mereka tawarkan. Contoh produk tersebut adalah Donut J-CO, I-Crave ,Java Donut,dll. Mereka terbukti mampu merangsang pertumbuhan perusahaan donut lokal yang ada. Bahkan perusahaan donut J-CO yang merupakan perusahaan milik penata rambut terkenal yaitu Johnny Andrean dilihat mampu menandingi Dunkin Donut’s dalam segala hal, tentunya dalam hal kualitas produk yang banyak digemari masyarakat Indonesia, seperti para remaja putra-putri maupun usia lanjut.
Selain perusahaan J-CO milik penata rambut Johnny Andrean, masih banyak lagi industri lokal seperti halnya produk home industry yang berlomba-lomba mengembangkan donut-donut dengan berciri khas unik dibandingkan dengan donut lainnya. Mereka memulai sebuah inovasi baru dengan kemasan yang menaraik dan kualitas kelezatannya terjamin. Sehingga produk mereka tidak kalah tandingannya dengan donut-donut yang berada di mall-mall sekitarnya. Mereka mencoba untuk menghasilkan kualitas terbaik dengan menciptakan harga yang cukup ekonomis bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Sehingga para penikmat donut dari berbagai kalangan mampu membeli produk tersebut tanpa harus mengeluarkan ongkos yang relatif mahal.
Hal tersebut merupakan sebuah terobosan baru bagi Indonesia untuk dapat menjadikan hambatan menjadi sebuah peluang. Salah satunya dengan eksistensi atau keberadaan multinasional yang dipandang negatif, mampu  dijadikan masyarakat Indonesia dipandang positif sebagai kesempatan yang menguntungkan. Sehingga dengan berkembangnya perusahaan lokal ini, beberapa manfaat yang dapat dipetik adalah dapat mengembangkan sumber daya manusia, salah satunya dengan menciptakan lapangan kerja lebih banyak di dalam negeri, menambah income perkapita, memberikan peluang maupun kesempatan bagi pengusaha lokal untuk mengekspor produknya ke luar negeri, dan tentunya memiliki prestise yang tinggi di kancah internasional. Seperti halnya J-CO yang mulai memasarkan produknya ke berbagai negara, yaitu Filiphina, Malaysia, Singapura dan negara-negara lainnya.
Disamping itu perusahaan lokal juga mampu memiliki kualitas dalam hal pelayanan, maupun sistem manajemen yang tidak kalah menariknya dengan perusahaan multinasional. Seperti halnya J-CO mulai mengembangkan segi pemasarannya melalui media internet sebagai ajang jejaring sosial yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Beberapa varian produk, berikut harga dan segmentasi pasarnya mulai dikembangkan melalui jejaring sosial ini. Bahkan event-event yang sering diselenggarakan oleh perusahaan lokal ini mampu meningkatkan penggemar donut di Indonesia. Hal tersebut dapat dikatakan sebuah langkah yang baik bagi pengembangan produk dalam negeri dan juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan lokal terbukti tidak kalah bersaing dengan perusahaan multinasional yang berasal dari luar negeri. 
Kemudian, berkaitan dengan fakta-fakta kasus yang telah dijelaskan diatas, penulis berusaha untuk mengkaitkannya dengan teori sistem dunia yang dikemukakan oleh Wallerstain dimana strategi dalam proses kenaikan kelas, akan terjadi dengan merebut kesempatan kepada beberapa negara yang telah siap, seperti halnya Indonesia itu sendiri mampu meraih kesempatan ini dengan lebih baik. Salah satunya dengan munculnya produk makanan Dunkin Donuts ini sangat mempengaruhi pengusaha lokal ke arah positif dalam berkreasi mengembangkan bisnisnya di dalam negeri. Tidak hanya produk makanan seperti Dunkin Donuts, alat perangkat mesin canggih yang digunakan Indonesia pun telah mulai dikembangkan sendiri. Mungkin pada awalnya negara Indonesia mengimpor alat canggih teknologi dari luar negeri dalam mengolah produknya. Namun hal ini menjadi kesempatan bagi Indonesia dengan mencoba untuk merakit kembali teknologi tersebut, dengan membongkar komponen-komponen khusus yang ada di dalamanya. Sehingga masyarakat akan lebih mempelajari lebih dalam terkait alat canggih tersebut. Sehingga ketika alat canggih tersebut mengalami kerusakan ataupun gangguan, mereka tidak perlu lagi membeli mesin yang baru. Mereka bisa memperbaikinya sendiri karena telah mempelajari mesin tersebut. Dari sini mereka bahkan bisa merakit dan memproduksi mesin tersebut (produksi lokal) tanpa perlu membeli lagi dari luar. Hal ini mungkin patut dicontoh sebagai usaha alih-alih transfer teknologi yang dipromosikan sebagai keuntungan masuknya perusahaan asing.
D.    Kesimpulan
Berdasarkan dengan asumsi dasar terkait dengan teori sistem dunia, dapat dikatakan bahwa perusahaan multinasional ini telah memberikan rangsangan maupun stimulus bagi negara penerima untuk dapat mensejahterakan masyarakat dalam negeri. Negara penerima seperti halnya Indonesia yang menangkap peluang ini sebagai sebuah kesempatan yang menguntungkan, dimana dampak negatif dari masuknya perusahaan multinasional dapat diubah menjadi positif oleh masyarakat Indonesia. Tentunya hal ini memilki keterkaitan dengan proses strategi menurut Wallerstein, dimana adanya peningkatan kelas dari negara-negara pinggiran menjadi setengah pinggiran melalui sebuah undangan. Indonesia salah satunya dalam hal kasus Dunkin Donut’s ini mampu melepaskan diri dari genggaman perusahaan multinasional dengan memandirikan usahanya di dalam negeri.
Disamping itu, munculnya kapitalisme global ternyata tidak hanya merubah cara-cara produksi atau sistem ekonomi saja, namun juga memasuki segala aspek dalam kehidupan masyarakat, dari hubungan antar negara, bahkan sampai ke tingkat antar individu. Masyarakat Indonesia menjadi lebih berkembang dengan hadirnya perusahaan multinasional ini, karena adanya sebuah kreativitas dalam negeri dalam mengembangkan segala usaha bisnis yang mengarah pada produktivitas yang lebih mandiri. Tentunya hal ini akan menjadi sebuah kesempatan yang besar bagi negara penerima untuk dapat mengembangkan kemampuan produktivitas tidak hanya di tingkat lokal, namun juga tingkat internasional. Persaingan diantara keduanya tergantung pada kreativitas negara penerima dalam hal mengelola kesempatan ini menjadi sebuah keuntungan yang lebih besar.




[1] Budiman Arief, Teori Pembangunan Dunia Ketiga, PT. Gramedia Pustaka Utama,Jakarta 1995,hal 109.
[2] Koko Sujatmoko: Pengaruh Insentif Terhadap Peningkatan Prestasi Kerja Karyawan Pada Departemen Operasional Pemasaran Dunkin Donut’s ,Medan 2007,  USU Repository 2007.

Tempatkanlah Dia di p0sisi paling atas

Ada yg pernah melawan se0rang Ibu sendiri??ada yg pernah mengecewakannya??ada yg pernah membantah??ada yg pernah menyakitinya sampai menangis??ada yg pernah meninggalkannya karna keeg0isan???
hmmm...mungkin pd umumnya qt prnh mengalami salah satu dari itu,atau mungkin semua point itu prnh dilakukan???ntah lah,,hanya isi hati yg tau.
teman...tau gak???ternyata apa yg kita cari,,apa yg kita impikan,apa yg kita cita2kn selama ini yg bersifat duniawi, itu bermuara dr kasih syg,keridh0an, ketulusan dan d0a  Ibu kita!!! semuanya tdk ada yg mustahil, apapun dpt kita raih... jabatan??harta??istri/suami yg s0lehah??atau lainnya,,,itu mudah sekali.. semuanya akan terwujud hanya cukup berbakti pd nya. buatlah dirinya merasa dihargai, nyaman,dan kalau perlu cium keningnya setiap pagi hari, sapa dgn kelembutan,,manjakan dirinya. Hal tsb jadikanlah ritual qta setiap saat, selama msh ada di dekat-nya karna ketika kita telah meninggalkannya atau ditinggalkannya,saatnya kita menyesali itu semua...c0nt0hnya,ketika kita sdh berumah tangga,apakah kita mampu mempri0ritaskan antara suami dan s0s0k ibu sendiri???hmm,,nampaknya sulit,,karna tentu saja suami akan menjadi pri0ritas kita.. (khusus kaum hawa ya..:)
Pada dasarnya itu semua memiliki k0relasi yg cukup kuat antara Tuhan-Ibu-me.. ketika kita mulai merasakan adanya kekuatan batin antara dirinya ,,disitu kita telah mengenal arti kesungguhan kasih syg.
disini sy gak mau berbicara negative,,, sy ingin berbicara yg enak2 aja deh,,, yg p0stif terkait amalan baik kita sama dia,,, kalian pernah menyadari gak, disaat kita dihadapkan sebuah pilihan, EG0 atau KEPATUHAN thdp dia??? ketika mempri0ritaskan dia diatas segala2nya,, tanpa disadari perjalanan hidup kita terasa lancar,bahkan lebih baik!!! masyaalllah,,,,sungguh ini keajaiban.... tp memang itulah kenyatannya,,    kalian jgn pernah mengkhawatirkan akan nasib nanti,, karna sebetulnya nasib kita ada di tangan Tuhan,,dan secara tidak langsung Tuhanlah telah menitipkannya kpd dia,,ibu kita sendiri yg PATUT KITA SAYANGI... Jangan pernah mengecewaknnya...buanglah keeg0isan kita,,,  pri0ritaskan dia di atas segala2nya,,, Tuhan akan semakin sayang sama kita...percayaLah!!!!

Senin, 26 Maret 2012

Hidup itu prioritas bukan pilihan

ketika kita menyadari bahwa hidup ini memang keras, disitu kita telah menyaksikan bahwa memang pada dasarnya kita sbg makhluk-Nya memang ditakdirkan utk berjuang dlm mengarungi sebuah kehidupan. Diri-Nya telah menghadirkan berbagai macam pilihan hidup,susah-senang, sedih-gembira, kaya-miskin, dan pilihan HIDUP-MATI... namun bukanlah sebuah perdebatan lagi tentang pilihan itu, karna memang hal itu sudah menjadi konsekuensi kita utk dapat memilih dalam sebuah kehidupan... yang menjadi permasalahnnya adalah knp hal itu msh dipertanyakan??knp hal itu msh menjadi pilhan tiap manusia??? knp tiap orang tdk memikirkan pri0ritas??? karna ketika kita sudah mempri0ritaskan sesuatu, misalnya pri0ritas kita adalah HIDUP,BAHAGIA, ATAU KAYA.. secara 0t0matis kita telah meng0rbankan salah satu pilihan yg menjadi pilihan kita... tetpalah pri0ritaskan tujuan kita... apakah kita akan mempri0ritaskan utk KAYA??jika iya, berarti kita telah meng0rbankan sebuah istilah MISKIN dalam hidup kita,... lalu bagaimana pri0ritas tsb tetap bs menjadi sebuah realisasi yg kuat??tentunya dgn keyakinan, d0'a, dan kerja keras.... jd kesimpulannya, adalah tetap pri0ritaskan sebuah tujuan kita dengan sebuah perjuangan yg tanpa batas,,, tetap yakini bahwa hanya kepada-Nya kita dapat berserah diri....

Sabtu, 17 Maret 2012

Kamis, 17 November 2011

Rincian Biaya Listrik


  • Mesin waktu kerjanya menggiling dayanya 200 watt sedangkam waktu memasak daya yang dipakai 400 watt
  • Waktu menggiling/memasak kerjanya bergantian jadi pemakaian listrik maksimal 400 watt
  • 1 kwh listrik = Rp. 500 (untuk lingkungan usaha / kantor)
  • 1 kwh = 1 kilo watt hour artinya 1000 watt listrik yang bekerja selama 1 jam (Rp. 500)
  • Mesin ini watt maksimal 400 (waktu masak)
  • Jadi kalau mesinnya dijalankan selama 1 jam berapa biaya listriknya?
Biaya listrik mesin = (400 : 1000) x Rp. 500 = Rp. 200 / jam.
Dalam 1 jam kalau pakai air mentah / dingin, 1 kali proses 15 menitan, jadi 1 jam bisa 4 kali. Setiap kali proses biayanya = Rp. 200 : 4 = Rp. 50,-. Kalau kerjanya di rumah biaya listrik lebih murah (+- Rp. 350 /kwh), apalagi kalau prosesnya pakai air panas kerjanya hanya 8 menit.

bahan makanan susu kedelai

Pemasaran usaha susu kedelai cair (fresh) yang banyak dijumpai adalah dengan menitipkan susu kedelai yang telah dibungkus plastik ke warung-warung penjual makanan, penjual kue, kantin sekolah, penjual sayur dsb. Dan salah satu kendala yang sering dihadapi usahawan susu kedelai adalah susu kedelai cepat rusak karena tempat yang dititipi susu kedelai tidak menyediakan lemari pendingin. Susu kedelai yang rusak ditandai berubahnya bau,warna,rasa atau cairan mengental kemudian pisahnya air dengan endapan sari kedelai.

Beberapa cara dilakukan para penjual susu kedelai agar dagangannya awet dan jurus terakhir yang dipakai adalah pemberian bahan kimia pengawet makanan. Cara ini meskipun masih ditolerir sebatas bahan pengawet makanan tersebut direkomendasikan BPOM. Meskipun demikian, hal tersebut menjadikan dilema bagi dua pihak penikmat susu kedelai disatu sisi konsumen dan pihak lain produsennya. Konsumen menginginkan produk susu kedelai yang dikonsumsi fresh dan terhindar dari tambahan bahan kimia apapun baik itu pewarna ataupun pengawet bahan makanan, karena prinsip orang mengkonsumsi susu kedelai adalah untuk menjaga kesehatan tubuh dan bukan sekedar penebus rasa haus saja. Disisi lain, pihak produsen susu kedelai tidak mau mengalami banyak kerugian apabila produk susu kedelai cairnya yang telah dititipkan cepat rusak dalam beberapa jam saja.

Meskipun banyak yang tidak merekomendasikan pemberian bahan pengawet makanan/minuman utamanya susu kedelai cair, ada baiknya juga kita pelajari apa dan bagaimana bahan kimia pengawet ini sebenarnya. Saya telah posting juga di blog ini cara memperpanjang keawetan susu kedelai tanpa bahan pengawet silahkan baca-baca lagi.

MENGENAL BAHAN KIMIA PENGAWET MAKANAN DAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN.

Bagaimana mencegah pangan agar tidak rusak..?
1. Gunakan bahan baku yang baik.
2. Bersihkan semua alat sebelum digunakan.
3. Cuci tangan sebelum dan sesudah bekerja.
4. Masaklah pangan secara seksama dan sempurna untuk membunuh mikroorganisme yang ada di dalamnya.
5. Simpanlah pangan di tempat yang sesuai.
Selain dengan cara seperti di atas, untuk menghindari/mencegah serta menghambat pertumbuhan bakteri dalam pangan agar lebih tahan lama dilakukan proses pengawetan pada pangan
Salah satu dari beberapa teknik pengawetan pangan adalah memberikan bahan tambahan pangan (BTP) untuk pengawetan, hal ini dilakukan dengan menambahkan suatu bahan kimia tertentu dengan jumlah tertentu yang diketahui memiliki efek mengawetkan dan aman untuk dikonsumsi manusia. Jenis dan jumlah pengawet yang diijinkan untuk digunakan telah dikaji keamanannya.
BTP digunakan dalam pangan setidaknya mempunyai lima alasan utama, yaitu:
Untuk mempertahankan konsistensi produk.
Emulsifier memberikan tekstur produk berbentuk emulsi atau suspensi yang konsisten dan mencegah pemisahan fasa air dengan fasa lemak suatu emulsi atau pemisahan fasa cair dan fasa padat suatu suspensi. Penstabil dan pengental menghasilkan tekstur yang lembut dan homogen pada pangan tertentu.

Untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi.
Vitamin dan mineral yang ditambahkan ke dalam pangan seperti susu, tepung, serelia lain dan margarin untuk memperbaiki kekurangan zat tersebut dalam diet seseorang atau mengganti kehilangannya selama proses pengolahan pangan. Fortifikasi dan pengayaan pangan semacam ini telah membantu mengurangi malnutrisi dalam populasi masyarakat Amerika. Semua pangan yang mengandung nutrien yang ditambahkan harus diberi label yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara internasional atau sesuai ketentuan masing-masing negara.

Untuk mempertahankan kelezatan dan kesehatan (wholesomeness) pangan.
Pengawet menahan kerusakan pangan yang disebabkan oleh kapang, bakteria, fungi atau khamir. Kontaminasi bakteria dapat menyebabkan penyakit yang dibawa makanan (food born illness) termasuk botulism yang membahayakan kehidupan.
Antioksidan adalah pengawet yang mencegah terjadinya bau yang tidak sedap.
Antioksidan juga mencegah potongan buah segar seperti apel menjadi coklat bila terkena udara.
Mengembangkan atau mengatur keasaman/kebasaan pangan.
Bahan pengembang yang melepaskan asam bila dipanaskan bereaksi dengan baking soda membantu mengembangkan kue, biskuit dan roti selama proses pemanggangan. Pengatur keasaman/kebasaan membantu memodifiksi keasaman/kebasaan pangan agar diperoleh bau, rasa dan warna yang sesuai.
Untuk menguatkan rasa atau mendapatkan warna yang diinginkan.
Berbagai jenis bumbu dan penguat rasa sintetik atau alami memperkuat rasa pangan. Sebaliknya warna memperindah tampilan pangan tertentu untuk memenuhi ekspektasi konsumen.
Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan pengawet
Pengawetan pangan disamping berarti penyimpanan juga memiliki 2 (dua) maksud yaitu :
1. menghambat pembusukan dan
2. menjamin mutu awal pangan agar tetap terjaga selama mungkin.
Penggunaan pengawet dalam produk pangan dalam prakteknya berperan sebagai antimikroba atau antioksidan atau keduanya. Jamur, bakteri dan enzim selain penyebab pembusukan pangan juga dapat menyebabkan orang menjadi sakit, untuk itu perlu dihambat pertumbuhan maupun aktivitasnya.
Jadi, selain tujuan di atas, juga untuk memelihara kesegaran dan mencegah kerusakan makanan atau bahan makanan. Beberapa pengawet yang termasuk antioksidan berfungsi mencegah makanan menjadi tengik yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dalam makanan tersebut.
Peran sebagai antioksidan akan mencegah produk pangan dari ketengikan, pencoklatan, dan perkembangan noda hitam. Antioksidan menekan reaksi yang terjadi saat pangan menyatu dengan oksigen, adanya sinar, panas, dan beberapa logam.
Siapa yang boleh menggunakan bahan tambahan pangan pengawet?
Bahan tambahan Pangan Pengawet boleh digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi pangan yang mudah rusak. Pencantuman label pada produk pangan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.
Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan.
Label pangan sekurang-kurangnya memuat :
- Nama produk
- Berat bersih atau isi bersih.
- Nama dan alamat pabrik yang memproduksi atau memasukkan pangan ke wilayah Indonesia.
Penambahan bahan pengawet pada produk pangan menjadi bahan perhatian utama mengingat perkembangan iptek pangan menyangkut hal tersebut yang begitu cepat serta sering menimbulkan teka-teki bagi konsumen menyangkut keamanannya.
Garam atau NaCl
Telah berabad lampau digunakan hingga saat ini sebagai bahan pengawet terutama untuk daging dan ikan. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan dan mengikat air bebasnya, sehingga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. Produk pangan hasil pengawetan dengan garam dapat memiliki daya simpan beberapa minggu hingga bulan dibandingkan produk segarnya yang hanya tahan disimpan selama beberapa jam atau hari pada kondisi lingkungan luar. Ikan pindang, ikan asin, telur asin dan sebagainya merupakan contoh produk pangan yang diawetkan dengan garam.
Gula atau sukrosa
Gula atau sukrosa merupakan karbohidrat berasa manis yang sering pula digunakan sebagai bahan pengawet khususnya komoditas yang telah mengalami perlakuan panas. Perendaman dalam larutan gula secara bertahap pada konsentrasi yang semakin tinggi merupakan salah satu cara pengawetan pangan dengan gula. Gula seperti halnya garam juga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. Dendeng, manisan basah dan atau buah kering merupakan contoh produk awet yang banyak dijual di pasaran bebas.
Cuka buah atau vinegar
Merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengawetkan daging, asyuran maupun buah-buahan. Acar timun, acar bawang putih, acar kubis (kimchee) merupakan produk pangan yang diawetkan dengan penambahan asam atau cuka buah atau vinegar.
Data pengaturan bahan pengawet dari Codex Alimetarius Commission (CAC), USA (CFR), Australia dan New Zealand (FSANZ) tercatat 58 jenis bahan pengawet yang dapat digunakan dalam produk pangan. Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 722 tahun 1988 telah mengatur sebanyak 26 jenis bahan pengawet.
Sehubungan denga teka-teki yang muncul menyangkut keamanan penggunaan bahan pengawet dalam produk pangan, maka Tabel berikut disajikan kajian keamanan beberapa pengawet yang banyak digunakan oleh industri pangan.

Tabel. Pengaruh beberapa bahan pengawet terhadap kesehatan
Bahan Pengawet
Produk Pangan
Pengaruh terhadap Kesehatan
Ca-benzoat
Sari buah, minuman ringan, minuman anggur manis,
ikan asin
Dapat menyebabkan reaksi merugikan pada asmatis dan yang peka terhadap aspirin
Sulfur dioksida
(SO2)
Sari buah, cider, buah kering, kacang kering, sirup, acar
Dapat menyebabkan pelukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan
alergi
K-nitrit
Daging kornet, daging kering, daging asin, pikel daging
Nitrit dapat mempengaruhi kemampuan sel darah untuk membawa oksigen, menyebabkan kesulitan bernafas dan sakit kepala, anemia, radang ginjal,
muntah
Ca- / Na-propionat
Produk roti dan tepung
Migrain, kelelahan, kesulitan tidur
Na-metasulfat
Produk roti dan tepung
Alergi kulit
Asam sorbat
Produk jeruk, keju, pikel dan salad
Pelukaan kulit
Natamysin
Produk daging dan keju
Dapat menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan pelukaan kulit
K-asetat
Makanan asam
Merusak fungsi ginjal
BHA
Daging babi segar dan sosisnya, minyak sayur, shortening, kripik kentang, pizza beku, instant teas
Menyebabkan penyakit hati dan kanker.
Mencermati kemungkinan gangguan kesehatan seperti yang tercantum dalam Tabel, maka FDA mensyaratkan kepada produsen pangan untuk membuktikan bahwa pengawet yang digunakan aman bagi konsumen dengan mempertimbangkan :
- Kemungkinan jumlah paparan bahan pengawet pada konsumen sebagai akibat mengkonsumsi produk pangan yang bersangkutan.
- Pengaruh komulatif bahan pengawet dalam diet.
- Potensi toksisitas (termasuk penyebab kanker) bahan pengawet ketika tertelan oleh manusia atau binatang.
Namun demikian perlu diperhatikan hal-hal penting dalam menggunakan bahan tambahan pangan pengawet adalah :
- Pilih pengawet yang benar/yang diijinkan untuk dalam pangan serta telah terdaftar di Badan POM RI.
- Bacalah takaran penggunaannya pada penandaan/label.
- Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada label.
- Membaca dengan cermat label produk pangan yang dipilih/dibeli serta mengkonsumsinya secara cerdas produk pangan yang menggunakan bahan pengawet.

Jumat, 11 November 2011

Market Pemasaran Susu Kedelai


  • Kelas Atas
Rumah Makan, Rumah Sakit, Fitness Centre/senam, kampus, kantor, supermarket, mall, perumahan elit dan lain lain.
Untuk pemasaran kelas atas kemasan sebaiknya pakai botol aqua (plastik) ukuran 330 ml, 500 ml, 600 ml, 1500 ml dan harus pakai air gallon (orang berduit harga tidak jadi masalah asal terjamin rasa, kebersihan dan kesehatan).

  • Kelas Bawah
Sekolah TK s/d SMA, pabrik, depot, warung, pasar, kaki lima, kampong dan lain-lain.
Untuk kelas bawah kemasannya pakai kantong plastik diikat karet dan airnya cukup dari PDAM.
Untuk pemasaran yang cepat dan sukses, selain pakai brosur yang lebih penting adalah memberi tester secara gratis (makin sering promosi makin banyak orang tahu sehingga nantinya semakin banyak orang tertarik untuk membeli).