Jumat, 11 November 2011

Keawetan Kedelai


Keawetan tergantung pada 2 hal, diantaranya:
  1. Kebersihan
    • Kebersihan mencuci bahan
Setelah direndam selama 6-12 jam, bahan harus dicuci bersih sampai airnya bening dengan cara ganti air (bisa 10 x). Kalau pencucian kurang bersih hasilnya cepat rusak dan rasanya kurang enak.
    • Kebersihan air produksi (tanpa pengawet)
      • air PDAM awetnya 6-12 jam (di Surabaya 5-6 jam)
      • air gallon merk Aqua / Total = 12 jam
      • air gallon merk Cleo = 15 jam
      • air gallon merk Fikaro = 24 jam
  1. Penyimpanan (tanpa pengawet)
Penyimpanan yang baik dan efisien dengan pendinginan
    • Air PDAM (Surabaya) = 1-2 hari (lemari es) 2 minggu (chiller)
    • Aqua = 4 hari (lemari es) 1 bulan (chiller)
    • Cleo = 4 hari (lemari es) 1 bulan 1 minggu (chiller)
    • Fikaro = 8 hari (lemari es) 2 bulan (chiller)

Memilih Kedelai Untuk Susu Kedelai




      Di pasaran kita akan temui 2 jenis kedelai yakni local dan import. Dari kedua macam kedelai tersebut manakah yang cocok untuk membuat susu kedelai? Para pembuat susu kedelai ternyata lebih memilih kedelai import daripada kedelai local dengan beberapa pertimbangan :
  1. Kedelai import lebih mudah didapat.
  2. Daya mengembang kedelai import setelah direndam selama 8-12 jam ternyata lebih maksimal, bisa 3 kali lipat dari ukuran sebelum direndam. (kedelai local biasanya cuma 2 kali besarnya setelah direndam)
  3. Sari atau susu kedelai hasil proses dari kedelai import lebih ബന്യക്
  4. Nutrisi yang terkandung di dalam kedelai import ditengara lebih baik dan sempurna karena dipanen sesuai jangka waktunya panen. Sedangkan kedelai local sering dipanen petani kita sebelum genap waktunya panen sehingga tingkat kematangan umur kacang kedelai belum maksimal.
  5. Kedelai import lebih tahan lama disimpan karena tingkat kandungan air lebih kecil, coba bandingkan dengan kedelai local jika disimpan agak lama akan keluar kutu dari kacangnya karena kandungan airnya lebih banyak sehingga mudah busuk.

Memilih Kedelai Untuk Susu kedelai

Asal Muasal Kedelai





      Sejarah penanaman dan pemanfaatan palawija di Tiongkok telah melebihi 3000 tahunlamanya. Gizi terkandung dalam palawija terbagi menjadi dua jenis. Pertama, protein dan lemak; Kedua, protein dan gula. Jenis palawija pertama terdapat dalam kacang kedelai, sedangkan jenis palawija kedua terdapat dalam palawija non-kedelai.   yang

      Berdasarkan bentuk dan warnanya, kacang kedelai terbagi empat, yakni kedelai kuning, kedelai hijau, kedelai hitam, dan kedelai coklat. Diantara keempatnya, kedelai kuning mengandung mineral dan vitamin yang sangat tinggi, protein yang terkandung di dalamnya dapat menyaingi protein hewani.

     Dibandingkan dengan daging, kandungan protein kedelai 100% lebih tinggi dan kandungan kolesterolnya justru lebih rendah sehingga bermanfaat untuk mengatasi kolesterol dan trigliserida tinggi, mencegah arteriosclerosis (pengerasan arteri), hipertensi dan sakit jantung.

      Diketahui bahwa Jepang merupakan salah satu Negara yang usia penduduknya paling panjang. Dalam laporan penelitian dikemukakan oleh sarjanya, diketahui bahwa kebiasaan makan dan minum mempunyai hubungan yang erat sekali untuk mencapai usia yang panjang. Kuncinya yaitu masyarakat Jepang menyukai bahan makanan yang terbuat dari kacang kedelai dan menjadikannya sebagai bahan baku utama pembuatan makanan.

      Kebiasaan masyarakat Jepang tersebut berbeda dengan masyarakat Eropa dan Amerika yang sudah terbiasa makan daging berkolesterol tinggi. Kasus arterioclerosis dan myocardial infarction menjadi kasus penyakit utama sehingga semakin banyak dari mereka mencari bahan baku makanan yang dapat mengatasi kedua jenis penyakit tersebut, dan kacang kedelailah jawabannya. Terbukti bahwa mereka yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan yang diolah dari kedelai jauh dari penyakit arteriosclerosis atau myocardial infarction.


Susu Kedelai


Susu Kedelai :


         Susu kedelai merupakan minuman bergizi tinggi dan sejak abad ke-2 sebelum masehi sudah dibuat di Cina. Dari Cina kemudian berkembang ke Jepang dan setelah Perang Dunia ke-II berkembang ke negara-negara Asean. Perkembangan susu kedelai di Indonesia sampai saat ini masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan Singapura, Malaysia dan Phillipina. Di Malaysia dan Phillipina sejak tahun 1952 telah dikembangkan susu kedelai dengan nama dagang "Vitabean". yang telah diperkaya dengan vitamin dan mineral. Di Phillipina juga dikenal susu kedelai dengan nama "Philsoy".
Susu kedelai adalah produk seperti susu sapi, tetapi dibuat dari ekstrak kedelai. Susu kedelai diperoleh dengan cara penggilingan biji kedelai yang telah direndam dalam air. Hasil penggilingan kemudian disaring untuk memperoleh filtrat atau cairan susu kedelai, yang kemudian dididihkan dan diberi bumbu, biasanya berupa gula dan essen untuk meningkatkan rasanya.
Protein susu kedelai dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi bagi mereka yang alergi terhadap laktosa (lactose intolerance) atau bagi mereka yang tidak menyukai susu sapi. Untuk memperoleh susu kedelai yang baik dan layak dikonsumsi manusia, diperlukan persyaratan sebagai berikut : bebas dari bau dan rasa langu kedelai, bebas antitripsin, dan mempunyai stabilitas koloid yang mantap.
Bau dan rasa langu kedelai dapat dihilangkan dengan cara menginaktifkan enzim  lipoksigenase menggunakan pemanasan. Cara yang dapat dilakukan antara lain :
(1) menggunakan air panas (suhu 80-100oC) pada saat penggilingan kedelai, atau
(2) merendam kedelai dalam air panas selama 10 - 15 menit, sebelum kedelai digiling. Sedangkan agar bebas antitripsin, kedelai direndam dalam air atau larutan NaHCO3 0,5% selama semalam (8-12 jam) yang diikuti dengan perendaman dalam air mendidih selama 30 menit.
Stabilitas koloid yang mantap dapat diperoleh dengan salah satu cara berikut :
(1) menambahkan senyawa penstabil misalnya CMC dan Tween 80,
(2) menggiling dilakukan dengan air panas dan penyimpanan sebaiknya pada suhu dingin (refrigerator),
(3) melakukan homogenisasi, yaitu suatu proses untuk mendapatkan ukuran butir-butir lemak yang seragam menggunakan alat yang disebut homogenizer, dan
(4) mengatur kadar protein susu kedelai cair sampai kurang dari 7 % (jika lebih dari 7 % protein mudah menggumpal saat susu kedelai dipanaskan), yang dilakukan dengan cara menambahkan air pada bubur kedelai hasil penggilingan sampai perbandingan air dan kedelai 10 : 1.

           Kadar protein dalam susu kedelai yang diperoleh dengan rasio ini adalah 3 - 4 persen.
Susu kedelai cair dapat dibuat dengan menggunakan teknologi dan peralatan sederhana, maupun dengan teknologi moderen dalam pabrik. Susu kedelai dapat disajikan dalam bentuk murni, artinya tanpa penambahan gula dan cita rasa baru. Dapat juga ditambah gula atau flavor (essen/cita rasa) seperti moca, pandan, panili, coklat, strawberi dan lain-lain. Jumlah gula yang ditambahkan biasanya sekitar 5 - 7 persen dari berat susu.
Untuk meningkatkan selera anak-anak, kandungan gula dapat ditingkatkan menjadi 5 - 15
persen. Tetapi kadar gula yang dianjurkan adalah 7 persen. Kadar gula 11 persen atau lebih menyebabkan cepat kenyang.
Persyaratan mutu untuk susu yang terpenting adalah sebagai berikut : kadar protein minimal 3 persen, kadar lemak 3 persen, kandungan total padatan 10 persen dan kandungan bakteri maksimum 300 koloni per gram, serta tidak mengandung bakteri coli.

Minggu, 02 Oktober 2011

 jangan pernah Deket2 dgn mantan. nenek bilang itu berbahayaaa....